Malang (beritajatim.com) - Debat publik Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Malang, Rabu (28/7/2010) malam akhirnya dimulai. Disiarkan langsung stasiun televisi JTV, debat publik di Gedung DPRD Kabupaten Malang tersebut dijaga ketat ratusan personel keamanan dari Polres dan TNI. Ratusan petugas keamanan tersebut dikerahkan untuk menghadang sejumlah undangan yang tidak berkepentingan. Mereka disebar di sudut pintu masuk dan halaman gedung dewan. Kapolres Malang, AKBP Rinto Djatmono mengatakan, pengamanan dalam debat sudah prosedural. Artinya, setiap undangan diperiksa oleh sejumlah polisi menggunakan metal detector dan sweping di areal pintu masuk. Debat kali ini dimoderatori oleh Profesor Hariono dan Profesor Kacung Marijan dari Universitas Airlangga Surabaya. Pada perkenalan pertama debat, setiap calon bupati dari masing-masing pasangan diberi kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya selama tiga menit. Karena minimnya waktu yang diberikan, dari pantauan beritajatim.com, calon pasangan nomer urut 2 yakni Ebes Ngalam harus dihentikan host acara karena melebihi batas waktu. Tak beda dengan calon nomer urut satu dan tiga, masing-masing calon pasangan itu kehabisan waktu sebelum penyampaiannya visi dan misinya berakhir. “Setiap calon kita beri kesempatan batas waktu penyampaiannya tiga menit,” ungkap Sekretaris KPU Kabupaten Malang, Iriantoro. Sejumlah undangan dan masing-masing simpatisan diberi kuota masuk atau tempat duduk sebanyak 50 orang. Mereka diberi kesempatan panitia sebagai penggembira selama debat terbuka berlangsung. Selain meneriakkan yel-yel dan sejumlah sorak-sorai dukungan, para simpatisan tidak diperkenankan bertanya pada masing-masing pasangan debat. Sekadar diketahui, debat publik diikuti pasangan nomer urut satu Rendra Kresna dan Achmad Subhan. Nomer urut dua pasangan Ebes Ngalam alias Mochammad Geng Wahyudi dan Abdul Rahman. Serta, pasangan AJIB atau yang punya kepanjangan Agus Wahyu Arifin dan Abdul Mujib Sadzily. Ketiganya terlihat sedikit tegang. Namun, suasana akrab terlihat saat jeda iklan berlangsung. Satu sama lain saling bertegur sapa sembari menantikan waktu acara dimulai.
([yog/but])