17 Daerah di Jatim Rawan Bencana
Diposting pada: Rabu, 28 Juli 2010
SURABAYA(SI) – Warga Jatim diimbau tetap waspada. Berdasarkan evaluasi dan prediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, 17 daerah rawan terjadi bencana pada tahun ini. Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menuturkan, daerah yang perlu mendapat perhatian khusus cukup banyak. Kabupaten/ Kota yang rawan banjir seperti Bojonegoro,Tuban, Ngawi, Madiun, dan Gresik. Sementara wilayah yang potensi banjir bandang bisa terjadi di Kediri. Kemudian di Jember, Lumajang, Banyuwangi, Malang, Bondowoso, Pasuruan. Ditambah lagi daerah rawan gempa atau longsor bisa terjadi di sekitar Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Madiun, dan Ponorogo. Mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) itu juga menjelaskan, akibat bencana di Jatim banyak infrastruktur yang rusak berat. Salah satunya ada empat jembatan putus, 56 jembatan rusak, 5.580 hektar sawah rusak,156 tanggul jebol,3 sekolah dasar (SD) rusak, serta kerugian korban jiwa sebanyak 307 korban. Dia berharap semua pihak bisa melakukan penanggulangan bencana secara sistematis dan teratur, terutama dalam bertindak dan memberi pertolongan sehingga dengan kerja sama dapat diantisipasi sejak dini. ”Saya juga berharap bupati/ wali kota di daerah rawan bencana untuk segera melakukan langkah konkret sesuai spesifikasi dan intensitas terhadap bencana yang dihadapi,” ujar Gus Ipul, panggilan akrabnya, ketika ditemui seusai apel simulasi gelar satgas bencana 2010 di lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya kemarin. Saat ini, lanjutnya, bencana alam dapat mengancam kehidupan manusia,baik yang disebabkan faktor alam maupun faktor ulah manusia. Karena itu, upaya penanggulangan perlu dilakukan sedini mungkin. ”Kami sudah mempunyai pengalaman terjadinya tsunami di Aceh, gempa di Yogyakarta, Sumut, dan Sumbar. Karena itu, antisipasi mutlak perlu kami lakukan,”tegasnya. Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekdaprov Jatim Edy Purmawinarto mengatakan, tujuan simulasi bencana untuk meningkatkan dan melatih kapasitas pasukan bencana yang dimiliki Pemprov. Dia berharap, dengan terpadunya kegiatan penanggulangan bencana, setiap pihak tahu apa yang harus dilakukan.Dengan begitu, korban yang jatuh,terutama korban jiwa, juga bisa diminimalisasi. ”Ini langkah antisipasi sejak dini,”ungkapnya. Anggota Komisi E DPRD Jatim Kodrat Sunyoto menuturkan, penanggulangan bencana secara terpadu bisa dilakukan pula dengan digagasnya Peraturan Daerah (Perda) Bencana Alam yang sedang digagas Komisi E. Dengan adanya perda itu, lanjutnya,penanganan perda bisa dilakukan dengan terpadu. Ada koordinasi cepat antara daerah, provinsi, serta pemerintah pusat. ”Korban juga bisa diminimalisasi, kerugian juga tidak sampai parah,” tegas politikus Partai Golkar Jatim itu.
(aan/mar/bgs) Dibaca 3 kali